Misteri Keluarga Berjalan Merangkak


Begitu mudah mengenali lima bersaudara asal Turki ini. Mereka selalu berjalanmerangkak. Tidak dengan lutut, melainkan dua telapak kaki dan dua telapak tangan. Layaknya manusia purba.

Mereka menjadi perhatian dunia setelah jaringan televisi BBC menayangkan film dokumenter bertajuk 'The Family That Walks On All Fours' lima tahun silam. Film ini juga memperlihatkan cara mereka bertahan di dalam kelompok masyarakat modern.
Mereka menghabiskan sebagian besar hidupnya dengan duduk di lantai luar rumah mereka, yang terletak di sebuah desa terpencil. Namun, satu saudara mereka telah melakukan perjalanan keluar desa dan terlibat interaksi dengan orang modern.
Saat film dokumenter itu tayang, lima saudara kandung itu berusia 18 sampai 34 tahun. Mereka yang merupakan keturunan Kurdi, suku pedalaman di Turki, terlihat begitu leluasa bergerak dengan dua telapak tangan dan telapak kakinya. Sementara wajahnya mendongak menghadap ke depan.

Mereka tak dapat berdiri tegak dengan dua kaki. Saat dipaksa, mereka akan berdiri dengan posisi lutut menekuk dan kepala mendongak. Dua wanita dan satu laki-laki dari lima bersaudara itu sama sekali tak bisa berjalan dengan dua kaki. Sementara dua lainnya masih bisa berjalan dengan dua kaki meski terhuyung.

Meski terlihat aneh, keberadaan keluarga ini memberi kontribusi terhadap penelitian mengenai evolusi manusia dari berjalan merangkak hingga berjalan dengan tegak. Para ilmuan percaya bahwa kondisi mereka dapat memberikan penjelasan berbeda dan lebih detail dari teori-teori sebelumnya, terkait evolusi manuisia.

Hasil penelitian menunjukkan, adanya kelainan genetik yang membuat mereka berjalan merangkak. Hal ini dapat memberikan informasi berharga mengenai bagaimana manusia berevolusi dan manusia purba dengan empat kaki berkembang menjadi manusia dengan dua kaki.

"Hal ini sungguh menakjubkan sebagai contoh kelainan yang menunjukkan perkembangan manusia. Tapi, tujuan mereka hidup adalah bagaimana dapat bertahan hidup di dunia modern," ujar Profesor Nicholas Humphrey, psikolog evolusi di London School of Economics, seperti dikutip dari Daily Mail.

Profesor yang telah mengunjungi keluarga ini dua kali mengatakan bahwa lima bersaudara itu memiliki keterbelakangan mental. Orangtua mereka diyakini memberikan kombinasi gen unik yang mengakibatkan keterbatasan itu.
Beberapa peneliti berpendapat, kesalahan genetik telah memicu perkembangan mereka bak manusia purba atau 'keterbelakangan evolusi'. Sedangkan peneliti lainnya percaya hal tersebut akibat kerusakan otak yang memungkinkan proses berjalan tidak bekerja.
Mereka lebih memilih berjalan dengan telapak tangan mereka dibandingkan berjalan dengan menggunakan ruas-ruas tubuh mereka seperti gorila atau simpanse. Para peneliti percaya, ini mungkin cara manusia purba berjalan melindungi jari-jari mereka dengan gerakan yang lebih halus.

Profesor Nicholas Humphrey mengatakan bahwa yang dilakukan keluarga ini adalah kembali ke perilaku naluriah yang dikodekan jauh di dalam otak, dan tidak dihiraukan selama evolusi. "Saya tidak berpikir mereka ditakdirkan untuk menjadi hewan berkaki empat, tetapi mereka memiliki gen yang unik yang menjadikan mereka seperti ini," ujarnya.

sumber
READ MORE - Misteri Keluarga Berjalan Merangkak

Ucapan Duka dari 'Musuh' Apple


Sebagai salah satu perusahaan teknologi paling gemilang, Apple punya banyak pesaing. Mereka sering gontok-gontokan di arena bisnis. Namun kepergian Steve Jobs juga membuat para rival Apple berduka. Pada intinya mereka sepakat kepergian Jobs adalah kehilangan besar bagi dunia teknologi.

Salah satunya Samsung, yang sedang bersaing sengit tak hanya di pasar perangkat mobile, namun juga di ranah hukum. Meski mungkin wafatnya Jobs menguntungkan bagi Samsung, mereka tak lupa memuji jasa Jobs.

Berikut beberapa tanggapan kompetitor Apple mengenai meninggalnya Jobs, dikutip detikINET dari Wall Street Journal, Kamis (6/11/2011):

1. Samsung

"Chairman Steve Jobs memperkenalkan sejumlah perubahan revolusioner untuk industri teknologi informasi dan adalah seorang entrepreneur besar. Semangat inovatifnya dan pencapaiannya yang hebat akan selamanya dikenang oleh masyarakat di seluruh dunia" - Chief Executive, Choi Gee-sung

2. Lenovo

"Hari ini, dunia kehilangan salah satu inovator dan pioner terbesar dengan wafatnya Steve Jobs...meski kami akan merasakan kehilangan yang sangat besar, saya yakin bahwa industri ini akan mengambil ilmu yang diajarkan Steve pada kami mengenai inovasi" - Chief Executive, Yuanqing Yang

3. Sony

"Zaman digital telah kehilangan cahaya pemimpinnya, namun inovasi dan kreatifitas Steve akan menginspirasi para pemimpi dan pemikir dari generasi ke generasi," Chief Executive, Howard Stringer

4. Acer

"Steve Jobs adalah orang dengan visi, inovasi dan kepemimpinan besar dan memiliki pengaruh besar bagi industri ICT dalam 10 tahun terakhir"

5. Research in Motion

"Steve Jobs adalah visioner besar dan kompetitor yang dihormati. Duka mendalam kami sampaikan untuk keluarganya dan seluruh karyawan Apple," - Mike Lazaridis & Jim Balsillie, co chiefs RIM.


sumber:
READ MORE - Ucapan Duka dari 'Musuh' Apple

MENGHIPNOTIS AYAM DENGAN GARIS LURUS

 Langsung ke caranya aja deh tanpa basa basi :

1. Agan tentu saja harus punya ayam yang rela menjadi volunteer, kalo gak mau yah jangan di paksa, hormati para ayam

gan.
Catat! Trik ini tidak berhasil pada Singa, Macan, Ular, apalagi Ayam KAMPUS!
2. Pegang tuh ayam dengan rasa cinta bercampur nafsu sedikit....
3. Tundukin pala ayam ke tanah, sambil agan tahan kepalanya, pelan-pelan yah gan.
Kepala ayam harus ngadep agak nyamping dikit, karena mata si ayam tuh letaknya disamping, bukan didepan.
4. Dengan menggunakan kayu atau lidi, agan Gambar garis lurus tepat di depan mata si Ayam, kira-kira 5 cm dari paruhnya.
5. Ulangin menggaris-garis diatas tanah, dan pastiin tuh ayam merhatiin.

dan ..... jeng! jeng! jeng!

6. Agan akan kaget melihat si ayam tiba-tiba diam tidak bergerak, seakan-akan pura-pura mati, terhipnotis oleh agan.
7. Untuk mengembalikan si ayam seperti sedia kala, kagetin aja gan

READ MORE - MENGHIPNOTIS AYAM DENGAN GARIS LURUS

Film Paling Kacau Sepanjang Sejarah


Kalau yang ini pernah di ulas di Yahoo Movie sebelumnya, namun saya rasa tidak salahnya untuk merefresh kembali film apa saja yang paling kacau dalam hal sejarahnya. Oke. langsung saja kit simak artikel di bawah ini.

10,000 B.C.
Yang pertama 10.000 B.C. Sutradara Roland Emmerich ituh emang suka main fakta kali ya (misal: mengirimkan virus komputer lewat Macintosh untuk membunuh alien di film Independence Day). Jadi dengan sangat berat hati kami menginformasikan bahwa para mammoth bukanlah alat untuk membuat piramid. Lagian, mammoth nggak hidup di padang pasir. Buat apa rambut tebal kalau harus tinggal di tempat begituan? Dan… jaman begono belum ada piramid, seenggaknya sampai 2.500 SM atau lebih.


Gladiator
Kaisar Commodus sama sekali bukan sister-complex seperti yang digambarkan dalam film. Alkoholik yang kejam, benar juga sih, tapi enggak secengeng itu. Dia bahkan mampu memerintah lebih dari satu dekade dan bukan hanya beberapa bulan aja. Dia juga nggak membunuh ayahnya sendiri, Marcus Aurelius, yang aslinya wafat karena penyakit cacar. Dan terakhir, alih-alih dibunuh di arena gladiator, Commodus sebenarnya dieksekusi di kamar mandinya sendiri.


300
Walaupun film ini mengambil latar berdasarkan kejadian nyata yaitu Battle of Thermopylae, film ini kebablasan dalam berkreasi dengan stylenya. Yang paling keliatan adalah si Raja Persia Xerxes nggak setinggi 8 kaki seperti yang digambarkan oleh Cirque du Soleil. Lalu konsul di Sparta hanya boleh diikuti oleh orang yang berusia 60 tahun lebih, dan nggak ada satupun orang seperti Theron yang diperankan oleh Dominic West yang berusia 37 tahun. Dan para pejuang Sparta pergi ke medan perang dengan menggunakan baju besi, bukan hanya celana dalam seksi dari kulit.


The Last Samurai
Orang jepang di akhir abad 19 tidak menggunakan tenaga dari luar negeri untuk memodernisasikan militer mereka. Kalaupun iya, kebanyakan adalah orang Perancis, bukan Amerika. Karakter Ken Watanabe diambil dari orang bernama Saigo Takamori yang mati karena melakukan bunuh diri, atau “seppuku,” karena menderita kekalahan dan bukannya mati karena dibredel peluru. Lagian, diragukan sekali bahwa seorang veteran perang pemabuk berusia 40an, bahkan yang punya ramput indah pun, bisa menguasai sumpit dan pedang samurai seahli itu.


Apocalypto
Film ini telah berhasil membuat migrain departemen Antropologi. Memang benar suku Maya mengorbankan manusia untuk upacara tapi bukan untuk Kulkulkan, si dewa matahari, dan hanya petinggi-petinggi yang diambil dalam perang saja yang dibunuh. Para penginvasi yang datang pada akhir movie seperti pahlawan kesiangan aja, karena 90% dari penduduk Amerika asli meninggal karena cacar yang ditularkan dari babi Spanyol yang terinfeksi.


Memoirs of a Geisha
Kedewasaan geisha, atau “mizuage,” hanyalah sebuah perubahan penampilan, dimana ia merubah tata rambut dan pakaiannya. Proses ini tidak melibatkan geisha jadi lebih intim dengan pelanggannya. Dalam sebuah adegan klimaks dimana Sayuri menyuguhkan tarian megah pada para penonton, settingnya – seperti sepatu berhak, salju buatan, dan lampu-lampu aneh – lebih kelihatan seperti Sutudio 54 daripada Kyoto sebelum masa perang.


Braveheart
Mari lupakan sejenak bahwa kilt -semacam rok tradisional Skotlandia- belum digunakan sampai kira-kira 300 tahun setelah William Wallace. Menurut film ini, pesona dari mata biru Wallace saat perang Falkirk sangat powerful, dia berselingkuh dengan istri raja Edward II, yaitu Isabella dari Perancis, dan menghasilkan Edward II dari hubungan itu. Tapi berdasarkan buku-buku sejarah, Isabella baru berumur 3 tahun pada saar perang terjadi, dan Edward II baru lahir 7 tahun setelah kematian Wallace.


Elizabeth: The Golden Age
Pada 1585, menurut settingan film ini, Ratu Elizabeth berusia 52 tahun – Cate Blanchett baru berumur 36 pada waktu main – dan ia tidak dilamar oleh orang sepeti Ivan the Terrible (yang sudah mati pada jaman itu). Dan walaupun dalam movie dia digambarkan sedang menggiring tentaranya ke Tilbury dengan menunggang kuda putih dan dilengkapi dengan baju besi lengkap dengan pedangnya, pada kenyataannya sang Ratu hanya bisa menunggang dengan posisi menyamping dan membawa tongkat kecil. Dia lebih seperti mayoret daripada menyerupai image Joan of Arc.


The Patriot
Figur perang revolusi Francis Marion, peran dari Mel Gibson, bukanlah orang yang berpikiran jauh ke depan demi keluarganya seperti yang digambarkan dalam film. Dia adalah pemilik budak yang tidak menikah (dengan sepupunya) sampai perang usai. Para sejarahwan juga mengatakan bahwa ia sering membunuh Indian Cherokee. Ditambah lagi, di perang Guilford Court House dia berhasil membunuh musuh bebuyutannya dari Inggris? Yang bener aja, bangsa Amerika sebenarnya kalah dalam perang itu.


2001: A Space Odyssey
Menurut film ini, pada tahun 2001 manusia sudah berhasil melakukan perjalanan ke Jupiter, debat kecerdasan dengan computer, dan lompatan kuantum di evolusi manusia. Alih-alih, kita malah dapat Stasiun Luar Angkasa MIR jatuh dari langit, Windows XP, dan Freddy Got Fingered. Kelihatannya pelajaran yang kita dapat dari sini adalah kadangkala jauh lebih baik kalau semua hal di film itu benar-benar tidak terjadi.
READ MORE - Film Paling Kacau Sepanjang Sejarah

Kesalahan-Kesalahan Aneh Dalam Dunia Kedokteran

Klinik Inseminasi yang Salah Menggunakan Sperma

Saat Nancy Andrews, warga Commack, New York, hamil setelah mengikuti program vitro fertilization, pasangan suami istri ini sama sekali tidak menduga bahwa anak yang dilahirkannya memiliki kulit dengan warna gelap yang sama sekali tidak ada kaitannya dengan ciri fisik mereka.

Dari test DNA yang kemudian dilakukan diperkirakan telah terjadi kesalahan dimana para dokter di New York Medical Services for Reproductive Medicine secara tidak sengaja menggunakan sperma dari laki-laki lain yang bukan milik suaminya dan kemudian diensiminasi ke sel telur Nancy.

Pasangan ini tetap membesarkan sang bayi Jessica yang lahir pada tanggal 19 Oktober 2004 seperti layaknya darah dagingnya sendiri meski secara genetis telah terjadi kesalahan. Meskipun demikian pasangan ini tetap memperkarakan pemilik klinik tersebut atas kejadian yang tergolong malpraktik ini ke pengadilan.

Cangkok Jantung dan Paru-Paru yang Salah

Jésica Santillán, 17 tahun, meninggal 2 minggu setelah menjalani cangkok jantung dan paru-paru yang berasal dari pasien yang golongan darahnya tidak sama dengannya. Tim dokter di Duke University Medical Center gagal dalam memeriksa kecocokan darah sebelum operasi dilakukan.

Setelah sekian detik operasi transplantasi untuk mencoba membalikkan keadaan karena kesalahan fatal itu, Jésica mengalami gagal otak dan komplikasi yang membawanya ke kematian.


Jésica, imigran asal Mexico, tiba di Amerika Serikat tiga tahun sebelum menjalani pengobatan penyakit jantung untuk mempertahankan hidupnya. Dengan transplantasi jantung dan paru-paru di Duke University Hospital, Durham, N.C., alih-alih memperbaiki kondisinya, yang terjadi justru keadaan menjadi bertambah buruk.

Jésica, yang bergolongan darah O, malah menerima organ dari donor yang bergolongan darah A. Kesalahan fatal ini membuatnya dalam kondisi koma, dan meninggal ketika usaha para dokter untuk berusaha menggantikannya dengan organ yang kompatibel gagal.

Rumah sakit mengklaim telah terjadi human-error yang mengakibatkan kematian Jesica, selain prosedur yang cacat untuk memastikan kompatibilitas transplantasi organ. Setelah itu diberitakan telah terjadi kesepakatan tertutup antara rumah sakit dan keluarga soal ini. Tidak seorangpun, baik dari pihak keluarga atau rumah sakit yang mau memberikan komentar atas kasus ini.

Prosedur Invasive Jantung Terbuka, Namun Salah Pasien

Joan Morris (nama samaran), seorang nenek berusia 67 tahun, diminta bantuannya dalam suatu pembelajaran di rumah sakit untuk cerebral angiography (ilmu mengenai darah pada otak). Sehari setelahnya, secara tidak sengaja dia "terpaksa" dijadikan objek studi mengenai invasive cardiac electrophysiology.

Setelah sesi angiography, pasien ini dipindahkan ke ruangan yang lain yang bukan merupakan ruangan asalnya. Kesalahan yang "direncanakan" terjadi keesokan harinya saat paginya pasien ini dibawa untuk suatu prosedur jantung terbuka.

Dia berada di atas meja operasi yang mestinya bukan untuk dia selama satu jam. Para dokter membuat irisan pada pangkal pahanya, menusuk sebuah arterinya, menyambungnya ke sebuah pipa pembuluh lalu ke atas ke jantungnya (suatu prosedur yang mengakibatkan resiko tinggi terjadinya pendarahan, infeksi, serangan jantung, dan stroke).

Kemudian tiba-tiba telepon berdering, dan seorang dokter dari bagian lain bertanya "Apa yang kalian lakukan dengann pasienku?" Tidak ada yang salah dengan jantungnya.

Kardiologis yang melakukan prosedur itu mencek data wanita itu dan baru menyadari kesalahan fatal telah terjadi. Studi itu langsung distop, setelah rekondisi wanita malang itu akhirnya dikembalikan ke kamar asalnya, beruntungya, dalam kondisi yang masih stabil.

Suvenir Sepanjang 13 Inch

Donald Church, 49 tahun, mempunyai tumor di perutnya saat ia tiba di University of Washington Medical Center di Seattle pada bulan Juni 2000. Setelah meninggalkan rumah sakit itu, tumornya hilang - tapi satu alat operasi (retractor) malah menggantikan tempat tumornya.

Ternyata dokter yang menanganinya secara tidak sengaja meninggalkan retractor sepanjang 13 inch di perutnya. Hal ini bukan kejadian yang pertama terjadi di klinik itu.

Empat kasus yang sama pernah terjadi di klinik yang sama antara tahun 1997 dan 2000. Masih untung, ahli bedah masih bisa mengambil lagi retraktor yang ketinggalan itu segera setelah diketahui.

Akibat dari peristiwa ini, Church mengalami konsekuensi gangguan fungsi perutnya. Klinik tersebut akhirnya setuju membayar Church sebesar US $97.000 (1 miliar rupiah) sebagai kompensasinya.

Rumah Sakit Salah Posisi Operasi Otak, Untuk Ketiga Kalinya dalam Setahun

Untuk ketiga kalinya dalam tahun yang sama, dokter-dokter di Rhode Island Hospital melakukan operasi pada sisi kepala yang salah pada pasien-pasiennya. Yang terakhir terjadi pada tanggal 23 November 2007.

Seorang nenek berusia 82 tahun membutuhkan operasi untuk menghentikan pendarahan di antara otak dan tengkorak kepalanya. Seorang ahli bedah syaraf di rumah sakit itu mulai melakukan pembedahan dengan membuat lubang pada bagian sisi kanan kepala pasien, meski sebenarnya hasil CT scan memperlihatkan bahwa pendarahan terjadi pada bagian sisi kiri.

Beruntung dokter bedah ini segera menyadari kesalahannya dan segera menutup kembali lubang operasi yang salah dan melakukannya kembali pada sisi kiri kepala pasien. Kondisi pasien dilaporkan stabil pada hari Minggunya.

Kasus yang sama disebut-sebut juga terjadi pada bulan Februari, dimana seorang dokter yang lain juga melakukan operasi pada sisi kepala yang salah. Dan pada Agustus, lagi-lagi seorang kakek berusia 86 tahun menjadi korbannya, setelah nyawanya tidak terselamatkan akibat operasi pada kepalanya, tapi pada sisi yang salah dari kepalanya.

Tersadar Saat Operasi Membuatnya Trauma dan Melakukan Bunuh Diri

Keluarga dari seseorang di West Virginia mengklaim telah terjadi pembiusan yang tidak cukup saat proses operasi dan mengakibatkan sang pasien bisa merasakan setiap irisan dari pisau bedah dan menjadikannya trauma berat. Trauma ini menurut keluarga itu membuat pasien itu melakukan bunuh diri dua minggu kemudian.

Sherman Sizemore dikirim ke Raleigh General Hospital di Beckley, W.Va., pada tanggal 29 Januari 2006 untuk dilakukan tindakan operasi berkenaan dengan rasa sakit di perutnya.

Tapi, saat operasi dilakukan, pasien ini dilaporkan mengalami fenomena dimana yang dkenal dengan nama anesthetic awareness atau kesadaran selama pembiusan, yang membuat pasien bisa merasakan sakit atau ketidaknyamanan selama operasi berlangsung, sementara dia sendiri tidak bisa bergerak atau melakukan komunikasi dengan dokternya.

Menurut komplain yang diajukan, anesthesiologis menyuntikkan obat bius pada pasien tapi gagal membuat mati rasa pasien hingga 16 menit setelah irisan pertama di perutnya. Anggota keluarga pasien tersebut mengatakan hal itu membuat trauma berat karena sadar saat sedang dioperasi tapi sama sekali tidak bisa bergerak atau mengkomunikasikannya dengan dokter yang akhirnya mendorongnya melakukan bunuh diri.

sumber: http://fenz-capri.blogspot.com/2010/09/kesalahan-kesalahan-aneh-dalam-dunia.html
READ MORE - Kesalahan-Kesalahan Aneh Dalam Dunia Kedokteran

8 Keajaiban di Atas Meja Operasi

Keajaiban bisa terjadi di mana saja, termasuk di atas meja operasi. Ingin tahu berbagai pengalaman para wanita yang nyawanya diselamatkan setelah menjalani berbagai operasi beresiko tinggi? Kita intip bersama yuk. Tak seorang pun ingin sakit, apalagi sampai berakhir di meja operasi. Jangankan operasi otak, jantung, atau wajah, operasi kecil macam bedah usus buntu saja sudah membuat sebagian dari kita gemetaran. Meski begitu, jika seseorang mengalami pilihan antara hidup dan mati, maka operasi merupakan jalan yang kemungkinan besar tak dapat dielakkan, seperti beberapa kasus berikut ini.


Model remaja dengan 11 sambungan di punggungnya

xxxxxxx

Kecelakaan mobil yang menimpa Katrina Burgess (18) telah mengubah hidup dan juga tubuhnya. Dokter bahkan mengatakan bahwa kecil kemungkinan bagi gadis muda tersebut untuk bisa berjalan lagi, mengingat musibah tabrakan tersebut telah mematahkan leher dan punggungnya. Namun, setelah menjalani operasi dengan 11 sambungan logam pada area punggungnya, Katrina malah menandatangani kontrak kerja dengan sebuah agen model.

Katrina mengalami kecelakaan dalam perjalanan pulangnya ke Weymoth, Dorset. Saat itu punggungnya terbanting keras, hingga menusuk kedua paru-parunya. Lehernya patah, demikian juga dengan tulang panggul, kaki kiri, dan beberapa tulang rusuknya. Untuk membenahi kerusakan parah dalam tubuhnya, para ahli bedah memasang batang logam sambungan yang diamankan dengan 4 jepit titanium, mulai dari pinggul hingga lutut kirinya, sehari setelah dia dibawa ke RS.

Operasi lain yang lebih berisiko datang saat mereka membedah punggungnya dan memasukkan 6 logam sambungan untuk menyangga tulang belakangnya. Seminggu kemudian, punggungnya kembali dibedah agar para dokter bisa memasang sekrup titanium untuk menopang lehernya yang patah. Hanya butuh sehari setelah operasi terakhirnya, dan Katrina bisa berjalan kembali. Ajaibnya lagi, 5 bulan setelah kecelakaan, remaja berpostur kurus tinggi ini dinyatakan sembuh total dan dia tidak lagi membutuhkan obat penghilang rasa sakit.


Bayi yang lahir 2 kali

xxxxxxx

Chad dan Keri McCartney benar-benar serius saat mengatakan puteri mereka lahir 2 kali. Bagaimana bisa? Saat itu usia kandungan Keri memasuki minggu ke-23. Keri dan keluarga kemudian memutuskan untuk mencari tahu jenis kelamin sang bayi. Hasil pemeriksaan tersebut membuat mereka shock, sebab dokter menemukan adanya tumor besar yang tumbuh dari tulang ekor sang janin.

Mau tak mau, calon bayi perempuan ini harus dioperasi. Kelahiran pertama bayi ini terjadi saat para ahli bedah mengambil janin mungil ini dari dalam rahim Keri untuk menyingkirkan tumor yang bisa membunuhnya, bahkan sebelum ia dilahirkan. Sepuluh minggu setelah operasi, Macie kecil lahir lagi dengan sehat dan siap menyambut dunia baru.

Gadis separuh otak

Jessie Hall masih menduduki bangku TK saat ia harus menjalani operasi pengangkatan sebagian otaknya. Jessie mulai mengalami serangan pertama dari penyakitnya saat ia sedang asyik makan sandwich di rumahnya di Texas. Serangan kedua terjadi saat ia sedang sekolah, seiring dengan itu serangan rasa sakit yang ada semakin meningkat. Setelah diperiksakan, barulah ketahuan bahwa Jessie menderita radang otak Ramussen, sejenis peradangan yang memakan bagian otak seseorang. Operasi Jessie dilakukan 2 tahun silam, tepatnya tanggal 11 Juni 2008, di Johns Hopkins Children's Center oleh ahli bedah ternama, Ben Carson,M.D. Kini gadis itu bisa menikmati kembali keceriaan lazimnya anak-anak kecil lainnya, meski dengan separuh bagian otak saja.

Gadis India bertangan 4, berkaki 4

xxxxxxx

Namanya Lakshmi, lahir dengan 4 tangan, 4 kaki, dan kelebihan beberapa organ dalam. Operasi pengangkatan kelebihan tangan dan kakinya berjalan sukses di India. Hanya butuh waktu 27 jam (meleset dari perkiraan semula yang diperkirakan 40 jam) untuk menjadikan penampilan fisik gadis 3 tahun ini sama normalnya seperti gadis lain. Para dokter mengatakan bahwa Lakshmi takkan mungkin bertahan hidup melewati masa remajanya jika dia tak segera menjalani operasi.[break]

Gadis Haiti dengan tumor seberat 8 kg

xxxxxxx

Bagaimana rasanya bila wajah 'ditumpangi' oleh sebuah benjolan seberat 8 kg? Setidaknya hal inilah yang pernah dialami oleh Marlie Casseus. Hidup gadis ini normal-normal saja hingga usianya menginjak angka 14. Sejak diserang sebuah penyakit aneh, wajah gadis ini jadi susah dikenali dan parahnya, tampak sangat menyeramkan. Akibatnya bukan hanya rasa sakit secara fisik saja yang harus dideritanya, namun juga penderitaan batin karena penolakan lingkungan sekitar. Penyakit genetik yang tergolong langka ini membuat tulang penderitanya jadi bengkak dan melunak seperti jeli. Tak sampai di situ saja, tekanan tumor pada rongga mata juga telah menyebabkan kebutaan pada penglihatan Marlie.

Untungnya, sebuah organisasi sosial Haiti "Good Samaritan' terketuk hatinya untuk mengulurkan tangan. Setelah diboyong ke Amerika Serikat, dan bertemu dengan para dokter di Jackson Memorial Medical Center (Miami), Marlie memiliki kesempatan untuk sembuh. Melalui bantuan dana yang datang dari seluruh penjuru dunia, Marlie menjalani operasi selama 17 jam agar tumor di wajahnya bisa disingkirkan. Hasilnya? Tak ada lagi beban berat di wajah Marlie.


Gadis muda, 118 hari tanpa jantung

xxxxxxx

Apa jadinya bila tubuh seseorang tak diwarnai dengan indahnya irama degupan jantung? Kita semua tahu jawabnya, dia pasti meninggal dunia. Ajaibnya, hal ini tak terjadi pada D'Zhana Simmons, gadis 15 tahun yang senang saat dirinya memiliki kesempatan untuk menerima transplantasi jantung. Namun, kesenangan tersebut berubah menjadi mimpi buruk saat jantung barunya tak berfungsi dengan baik.

Para dokter pun dibuat bingung, jantung lama telah dibuang, jantung baru tak memenuhi syarat. Lalu, bagaimana gadis berkulit gelap ini bisa bertahan tanpa donor baru? Akhirnya mereka menggunakan pengganti jantung sementara, 2 pompa buatan untuk menjaga aliran darah tetap lancar. Baru 4 bulan kemudian, D'Zhana menerima donor jantung baru, dan ia pun bisa kembali hidup secara normal.

Si kembar yang bertahan hidup

xxxxxxx

Adalah pilihan berat bagi orang tua saat mereka harus memilih salah satu dari anaknya, dan 'membunuh' anaknya yang lain. Hal inilah yang pernah dihadapi oleh Shannon dan Mike Gimbel. Para dokter mengatakan bahwa mereka harus memilih salah satu dari janin kembar mereka, sebab jika tidak maka keduanya akan mati. Para dokter di Swedish Medical Center mendiagnosa si kembar Gimbel terkena sindrom TTTS (Twin-To-Twin Syndrome), kondisi di mana pembuluh darah keduanya menyatu. Sulit untuk memisahkan janin dengan kondisi demikian, namun jika mereka dibiarkan tetap hidup pun, kemungkinan besar mereka berdua takkan bertahan. Jadi, mereka disarankan untuk 'meniadakan' janin yang paling lemah.

Saat sedang bergumul, datanglah tawaran ajaib dari seorang Dr. Kent Heyborne. Bekerja sama dengan berbagai ahli bedah dari Utah, si kembar disarankan untuk dibedah dengan menggunakan laser. Shannon mengatakan dirinya masih ingat bagaimana dia menahan nafas saat suster menggunakan alat ultrasound untuk memeriksa detak jantung setelah pembedahan. Satu detakan ditemukan,....kemudian satu lagi. Hore, keduanya, Reese dan McKenna Gimbel berhasil bertahan hidup dan lahir di Swedia 2 bulan setelah itu.

Connie Culp dan wajah barunya

xxxxxxx

Jika banyak wanita melakukan bedah wajah karena terlihat ingin lebih mancung, cantik, dan sebagainya, namun tidak demikian dengan Connie. Wanita 47 tahun ini menjalani bedah plastik karena ia membutuhkan wajah baru, setelah wajah lamanya rusak karena ditembak oleh suaminya sendiri. Wajah baru Connie memang terlihat sedikit kaku, namun dengannya dia masih bisa bicara, tersenyum, dan merasakan nikmatnya rasa makanan yang disantap. Meski bicaranya agak susah dimengerti, namun keluarganya cukup terharu saat membandingkan kondisi wajah Connie sebelum dan sesudah pembedahan.

Connie ditembak oleh Thomas, suaminya, pada tahun 2004. Akibat perbuatannya tersebut, Thomas diganjar hukuman 7 tahun. Namun, sejak itu, kehidupan dan wajah Connie berubah drastis. Ia harus menjalani 30 operasi untuk mendapatkan kembali hidung, pipi, mata, dan mulutnya, sebab yang tersisa dari penembakan tersebut hanyalah kelopak mata bagian atas, dahi, bibir bawah, dan dagu. Hasilnya? Anda lihat sendiri.

READ MORE - 8 Keajaiban di Atas Meja Operasi